‘YESUS POKOK DAN KITALAH CARANG-NYA’
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di
dalam kamu” (Yoh 15:4).
Ini adalah sebuah janji Yesus yang
sungguh luar biasa! Kita adalah milik Yesus dan Ia milik kita, tidak ubahnya
ranting-ranting adalah milik pokok anggur dan pokok anggur adalah milik dan
sekaligus sumber kehidupan ranting-rantingnya. Walaupun dalam kehidupan kita
yang penuh dengan kesibukan sehingga kita seringkali tidak menyadari akan kehadiran-Nya,
Dia tetap ada bersama kita, mengasihi kita, memperkuat kita, berdoa syafaat
kepada Bapa sebagai Pengantara kita (lihat Ibr 9:11), siap untuk memberikan
kepada kita hikmat-kebijaksanaan dan hidup. Ia tidak membuang atau meninggalkan
kita pada masa-masa pencobaan atau kesulitan atas diri kita.
Bahkan pada
saat-saat kita meninggalkan diri-Nya (menyeleweng atau melanggar
perintah-perintah-Nya), Yesus tetap siap menerima pertobatan kita dan
membersihkan kita dari dosa-dosa kita.
Sebagaimana Dia tinggal dalam kita,
Yesus mengundang kita untuk tinggal dalam Dia – dalam hati-Nya yang terluka.
Karena kita dikasihi oleh-Nya dengan begitu mendalam dan tanpa syarat, kita
dapat beristirahat dengan aman dan penuh kedamaian dalam hati Yesus. Dalam Dia
kita adalah suatu ciptaan baru, segala dosa kita diampuni dan diperdamaikan
dengan Bapa surgawi.
Selagi kita tetap tinggal dalam Yesus, kita akan memahami
bahwa Dia melihat semua orang dengan kasih sama seperti yang diberikan-Nya
kepada kita. Kita sebenarnya tidak pantas untuk mendapatkan posisi istimewa
sedemikian. Kita ditebus oleh rahmat Allah semata – rahmat yang diberikan
oleh-Nya kepada semua orang. Kita juga dapat mengasihi secara tanpa syarat,
hanya apabila kita mengalami kehadiran Yesus yang tinggal di dalam diri kita.
Bila kita memperkenankan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita, misalnya ketika
kita berdoa, ketika kita membaca dan merenungkan sabda Tuhan dalam Kitab Suci,
ketika kita menerima sakramen-sakramen, maka hidup-Nya akan mengalir dari diri
kita kepada orang-orang lain dan memampukan kita untuk berbuah yang
menyenangkan hati Allah dan menyegarkan orang-orang lain (lihat Yoh 15:8).
Kristus dalam diri kita menjadi harapan akan kemuliaan, tidak hanya bagi diri
kita, melainkan juga untuk setiap orang yang yang hidupnya kita sentuh.
Saudaraku yang terkasih.
Apakah anda merasa seakan tidak dapat melanjutkan fungsi anda sebagai penyalur
kasih-Nya? Apakah anda menghadapi kesulitan untuk mengampuni orang-orang yang
telah mendzolimi anda, yang telah membuat anda menderita? Inilah saatnya bagi
anda untuk menyerahkan diri kepada kehadiran Kristus dalam diri anda dan
memperkenankan Dia untuk memberi asupan makanan kepada anda, seperti sebuah
ranting menerima hidup dari pokok anggur. Yesus bersabda, “Sama seperti
ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada
pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalu kamu tidak tinggal di
dalam Aku” (Yoh 15:4).
Tuhan telah memberikan kepada kita
masing-masing berbagai karunia dan talenta. Kita masing-masing mempunyai
peranan yang harus kita mainkan dalam memajukan Kerajaan Allah. Oleh karena
itu, baiklah pada hari ini kita berseru kepada Tuhan memohon kehadiran-Nya
untuk menguasai diri kita, memperbaharui diri kita, memperdalam kapasitas kita
untuk tinggal dalam Dia.
DOA: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku kepada-MU. Bersihkanlah diriku dengan darah-Mu yang kudus, penuhilah diriku dengan
pemikiran-pemikiran dan hasrat-hasrat-Mu. Aku ingin mengalami kehadiran-Mu
secara lebih penuh pada hari ini dan berbuah bagi-Mu. Terpujilah nama-Mu
selama-lamanya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar